Cara Melepas Cat Epoxy

September 16, 2019
Kerusakan pada cat epoxy lantai terkadang mengharuskan Anda untuk memperbaikinya secara menyeluruh termasuk dengan melepaskan cat epoxy lantai tersebut dari permukaan lantai beton bangunan Anda. Beton sendiri adalah zat berpori dan sering disegel dengan menggunakan cat epoxy lantai. Cat epoxy lantai yang biasa digunakan untuk menyegel ini akan mencegah kelembaban dan serangga untuk tidak merusak permukaan lantai beton tersebut.

Karena difungsikan untuk menyegel, maka cat epoxy lantai ini cukup sulit dihilangkan. Meskipun demikian, dengan alat yang tepat dan sedikit minyak siku (elbow grease), Anda dapat melepaskan cat epoxy lantai dengan cepat. Berikut ini adalah cara mudah dan cepat yang dapat membantu Anda melepaskan cat epoxy lantai dari permukaan lantai beton bangunan Anda untuk dilakukan perbaikan atau pengecatan ulang.

Langkah 1 – Keselamatan

Untuk menyelesaikan tugas ini dengan sukses, Anda perlu menggunakan pelarut solvents. Pelarut solvents adalah bahan kimia beracun dan perlu ditangani dengan hormat. Jangan pernah mencoba tugas ini, kecuali Anda memiliki masker filter. Masker ini harus selalu dipakai selama perawatan bersama dengan sepasang sarung tangan karet. Jika ada bahan kimia yang masuk ke mata Anda, maka Anda harus segera membilasnya dengan banyak air dan segera mencari perawatan medis.

Langkah 2 – Mengepel Lantai

Mulailah dengan mengepel lantai dengan air bersih. Ini akan membantu menyingkirkan kotoran yang tertinggal di lantai. Ini juga akan membantu menghilangkan minyak atau bahan kimia yang jatuh ke permukaan lantai beton Anda. Penting untuk menghilangkan semua kotoran sebelum Anda memulai, karena jika tidak, proses ini akan menjadi lebih berantakan.

Langkah 3 – Mencampur Stripper

Baca petunjuk pada stripper atau botol pelarut solvent dan campurkan dengan jumlah air bersih dan dingin yang disarankan. Biasanya, Anda akan menambahkan 1 bagian pelarut ke 10 bagian air. Bersihkan pel Anda sebaik mungkin dengan membilasnya beberapa kali.

Langkah 4 – Mengepel dengan Larutan Solvent

Pelarut solvents bisa menjadi bahan berbahaya karena akan menghasilkan panas dan beberapa asap berbahaya. Pastikan bahwa Anda membuka jendela atau menggunakan kipas angin untuk menghilangkan asap, dan berhenti jika Anda merasa aneh. Mulailah mengepel lantai dengan larutan solvent Anda. Bahan kimia akan berkontraksi dengan cat epoxy lantai Anda, yang akan menyebabkan cat epoxy lantai keluar dari lantai. Pastikan Anda terus mengepel sampai semua cat epoxy lantai terlepas dari lantai.

Langkah 5 – Melepaskan Epoxy

Begitu cat epoxy lantai keluar dari lantai, Anda sekarang bisa melepaskan cat epoxy dengan menggoresnya. Buang dan bersihkan lagi pel Anda dengan menggunakan banyak air bersih. Pel seluruh lantai lagi dengan air bersih untuk menghilangkan sisa-sisa bahan kimia. Lalu, biarkan lantai mengering sebelum melakukan hal lain. Untuk mempercepat proses pengeringan, Anda bisa menggunakan kipas yang besar.

Langkah 6 – Mengulangi

Mungkin Anda perlu mengulangi proses ini beberapa kali sebelum Anda bisa menyingkirkan semua cat epoxy lantai dari permukaan lantai beton Anda. Setelah selesai, Anda dapat memulai mempersiapkan proses pengecatan epoxy lantai yang baru.
Cara Melepas Cat Epoxy Cara Melepas Cat Epoxy Reviewed by Nusantara Cleaning on September 16, 2019 Rating: 5

Cara Membersihkan Keramik Kasar

September 05, 2019
Cara Membersihkan Keramik Kasar
Keramik adalah salah satu bahan-bahan dalam membangun rumah yang dapat penempatannya sangat beragam. Tidak hanya difungsikan sebagai material pelapis lantai, namun keramik juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu material penutup dinding. Pemakaian kemarik banyak sekali ditemukan pada rumah minimalis sederhana dan juga desain rumah minimalis lainnya. Hal ini disebabkan oleh harga keramik yang sangat murah dan terjangkau, jika dibandingkan dengan material-material lainnya. Meskipun terdapat kelebihan dan kekurangan lantai keramik, namun tidak menutup fakta bahwa bahan ini sangat marak digunakan.


Salah satu jenis keramik yang biasa digunakan adalah keramik yang memiliki permukaan kasar. Jika Anda memiliki keramik yang bertekstur kasar ataupun sedikit kasar, maka perawatannya akan sedikit lebih sulit jika dibandingkan dengan keramik yang memiliki permukaan halus. Keramik bertekstur kasar biasanya dimanfaatkan sebagai pelapis lantai pada area basah seperti kamar mandi dan juga teras rumah. Ada beberapa tips dan trik khusus yang dapat Anda lakukan supaya proses pembersihan tidak merusak keramik tersebut. Mau tahu? Berikut ini adalah cara membersihkan keramik kasar yang dapat Anda ketahui, simak!

1. Menyikat lantai berkala

Cara membersihkan lantai keramik kasar yang pertama adalah dengan menyikatnya secara rutin. Penyikatan ini minimal dilakukan satu hari sekali atau dapat pula 3 kali dalam waktu satu minggu. Alat kebersihan rumah yang digunakan berupa sikat berbagan nylon yang dicampur dengan bubuk pembersih maupun cairan pembersih untuk lantai. Sikatlah secara menyeluruh dan jangan sanmpai meninggalkan bagian sudut lantai keramik. Setelah selesai disikat, jangan lupa bilas dengan air bersih dan tunggu hingga kering sebelum menggunakannya kembali.

2. Mengatasi noda tumpahan

Kotoran yang dapat menempel pada lantai keramik dapat beragam. bisa berasal dari sampah sehari-hari, tumpukan debu dan juga dapat berasal dari noda tumpahan. Apabila Anda melihat lantai keramik rumah terkena noda tumpahan, segera bersihkan saat itu juga. Sebab apabila ditunda, noda akan mengeras dan sulit untuk dibersihkan.

3. Menyapu lantai secara rutin

Menyapu lantai adalah salah satu aktivitas rutin yang wajib dilakukan dalam membersihkan rumah tinggal. Tips menata rumah selalu rapi adalah dengan menghilangkan segara kotoran yang ada, maka dari itu kegiatan menyapu menjadi penting. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari penumpukan kotoran seperti butiran pasir yang dapat menyebabkan goresan permukaan keramik kasar.

4. Pel lantai secara menyeluruh

Tidak hanya menyapu rumah, namun kegiatan mengepel juga penting. Sebab dengan menyapu saja tidak cukup untuk membersihkan kotoran yang menempel. Anda dapat menggunakan campuran air bersih dengan cairan pembersih lantai untuk mengepel. Namun masukan cairan tersebut secukupnya saja, sebab apabila kadar terlalu berlebih justru dapat meninggalkan sisa detergen yang mengakibatkan lantai menjadi lengket dan mudah terkena kotoran. Pastikan Anda menggunakan pel yang memiliki daya serap tinggi serta seluruh permukaan keramik kasar benar-benar dibasuh hingga bersih.

5. Memilih bahan pembersih yang tepat

Dalam menggunakan cairan pembersih lantai, ternyata Anda tidak boleh memilih sembrangan produk. Anda juga perlu memerikan kandungan asam yang dimiliki produk tersebut. Jangan menggunakan cairan pembersih yang memiliki kandungan asam tinggi, sebab dapat mengakibatkan lapisan glazur keramik terkikis. Pada akhirnya keramik tidak dapat mengkilap seperti sedia kala. Jika menggunakan cairan yang mengandung asam pun, Anda juga perlu mencampurnya dengan air sebelum dipakai.

6. Mengkilapkan lantai

Cara yang dilakukan untuk mengkilapkan kembali lantai adalah dengan menggunakan alat pembersih yang lembut. Jangan gunakan alat pembersih yang bersifat abrasive karena dapat merusak permukaan keramik. Namun apabila Anda sudah terlanjur memilikinya, gunakan alat tersebut perlahan dan tidak terlalu kasar.

7. Pilih bagian pinggir terlebih dahulu

Mengepel yang baik dapat dimulai dari bagian pinggir terlebih dahulum baru setelah itu ke bagian sudut terjauh dengan mundur perlahan secara berkesinambungan. Jangan lupa untuk mengganti air beberapa kali apabila sudah terlihat keruh dan kotor.

8. Mengatasi lantai berkerak

Lantai keramik yang lebih sering terkena air serta sinar matahari langsung cenderung lebih mudah terkena kotor dan juga kerak. Contohnya adalah lantai pada bagian teras rumah dan kamar mandi. Apabila lantai keramik kasar di rumah Anda terdapat kerak, Anda dapat mengatasinya dengan cara mengepel. Apabila tidak bersih juga, maka kerak tersebut harus dikeruk dengan menggunakan sikat atau pun spon. Apabila kotoran berhasil dibersihkan, segera bilas lantai dengan menggunakan cairan pembersih.

Menjaga rumah tetap bersih adalah suatu keharusan untuk mewujudkan ciri-ciri rumah sehat. Cara yang dapat dilakukan yakni melalui pembersihan lantai rumah. Lantai keramik memang memiliki motif indah dan beragam, namun dapat menjadi tidak bernilai apabila lantai tersebut kotor dan tidak pernah dibersihkan. Demikianlah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan sebagai cara membersihkan kerami
kasar. Selamat mencoba!

Sumber : Rumahlia
Cara Membersihkan Keramik Kasar Cara Membersihkan Keramik Kasar Reviewed by Nusantara Cleaning on September 05, 2019 Rating: 5

Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin

September 05, 2019
Ubin keramik atau porselen tidak hanya memperindah lantai dan dinding kamar mandi serta dapur, namun juga membuatnya lebih mudah dibersihkan karena permukaannya yang rata, halus, dan tahan air. Membersihkan nat sama pentingnya dengan membersihkan ubin karena lantai atau dinding tidak akan tampak sepenuhnya cemerlang tanpa nat yang bersih. Noda, lumut, atau jamur mungkin tidak akan terlalu terlihat pada nat gelap, tetapi pada nat putih atau abu-abu, noda akan lebih terlihat. Berbeda dari ubin yang cukup dilap dengan cairan pembersih lantai, nat perlu disikat dengan produk khusus pembersih nat keramik. Anda tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan kamar mandi jika Anda tahu cara yang efisien.

Cara Membersihkan Nat Keramik dan UbinPembersih nat seperti apa yang saya perlukan?

Produk pembersih nat keramik yang dijual di pasaran memberikan hasil yang bagus dengan cara yang praktis, namun Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan di rumah untuk membuat pembersih nat yang tak kalah ampuh. Pastikan Anda tidak mencampur karbol atau pemutih dan cuka karena reaksinya menghasilkan gas beracun.
  • Berbagai merek menawarkan produk pembersih nat keramik yang didesain untuk mengembalikan warna cerah nat. Pilihlah produk yang mengandung bahan antijamur dan antilumut, terutama untuk membersihkan kamar mandi yang selalu lembap dan rentan ditumbuhi jamur.
  • Sebagian orang menggunakan produk karbol untuk membersihkan nat. Untuk nat putih atau abu-abu muda, karbol yang mengandung pemutih klorin atau oksigen memang sangat efektif. Pakai pemutih secara berhati-hati dengan mengikuti petunjuk pemakaiannya. Nat hitam atau berwarna gelap sebaiknya tidak dibersihkan memakai pemutih karena justru akan memudarkan warnanya.
  • Kalau Anda enggan menggunakan produk karbol atau pemutih, Anda bisa meracik bahan pembersih lantai Nat mudah dibersihkan dengan zat yang bersifat asam dan zat pemutih alami. Campuran cuka dan bubuk soda kue cocok untuk tujuan ini.

Langkah-langkah membersihkan nat

Cara paling ampuh untuk mengangkat kotoran dan noda pada nat secara maksimal adalah dengan mengoleskan atau menyemprotkan produk pembersih dan mendiamkannya beberapa saat supaya bekerja efektif sebelum menggosoknya hingga bersih.Baca aturan pakai produk pembersih dan tes terlebih dulu di area kecil yang tersembunyi guna mengetahui apakah ada reaksi negatif terhadap permukaan yang dibersihkan. Berikut ini tahap-tahapnya:
  1. Sapu ubin lantai atau lap ubin di dinding guna menyingkirkan tumpukan debu.
  2. Oleskan atau semprotkan produk pembersih nat keramik hingga menutup semua bagian nat. Anda mungkin perlu mengoleskan atau menyemprotkan pembersih beberapa kali untuk kotoran yang membandel. Anda tidak perlu memakai produk ini pada permukaan porselen atau keramik, cukup di sepanjang sela-sela antarubin.
  3. Diamkan selama kurang lebih 30 menit. Waktu ini cukup untuk melunakkan noda sehingga mudah dikelupas.
  4. Gunakan sikat yang berbulu agak keras untuk menggosok nat. Toko-toko bahan bangunan menjual sikat khusus nat atau Anda bisa memakai sikat gigi bekas yang bulu-bulunya masih tegak.
  5. Bilas lantai atau dinding dengan air bersih lalu keringkan. Untuk noda membandel, Anda mungkin perlu mengulangi proses di atas sampai memperoleh hasil yang lebih baik.

Tips membersihkan ubin

Pada dasarnya proses membersihkan ubin mirip dengan membersihkan nat. Produk pembersih ubin banyak dijual di toko. Anda juga dapat membuat sendiri dengan mencampur bubuk soda kue dan air. Kalau ubin di rumah Anda terbuat dari marmer, sebaiknya gunakan sabun cuci piring yang lembut atau pembersih khusus marmer dan hindari bahan-bahan yang bersifat asam semisal cuka. Kecuali untuk noda sangat membandel, Anda tidak perlu menggosok ubin terlalu keras. Kain lap mungkin sudah cukup efektif.

Cara membersihkan porselen kamar mandi

Membersihkan porselen kamar mandi terkadang membuat kita jijik, terutama jika berurusan dengan jamur atau lumut yang berbau. Kenakan sarung tangan karet dan masker penutup hidung supaya Anda tidak perlu bersentuhan langsung dengan jamur dan lumut serta tidak mencium baunya. Ubin kamar mandi, terutama di dekat bak mandi dan di area pancuran, rentan ditumbuhi jamur dan lumut. Cuka putih bagus untuk mengatasi jamur, namun tidak ada salahnya mencari produk cairan pembersih lantai yang mengandung zat pencegah pertumbuhan jamur dan lumut. Anda perlu membersihkannya secara rutin agar bahan ini membunuh jamur dan lumut hingga ke akarnya.

Menjaga kebersihan ubin dan nat

Jadikan kegiatan membersihkan ubin dan nat bagian dari jadwal bersih-bersih rutin Anda untuk memperlambat proses perubahan warna nat. Menyapu dan mengepel lantai serta mengelap dinding berubin seminggu sekali merupakan cara yang sederhana namun membantu mencegah penumpukan kotoran. Anda juga dapat menggunakan alat pembersih beruap secara teratur untuk menghilangkan kotoran pada nat sekaligus membunuh bakteri. Pastikan Anda juga langsung menyeka tumpahan atau tetesan cairan apa pun sesegera mungkin guna mencegah noda kering.

Sumber : cleanpedia
Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin Cara Membersihkan Nat Keramik dan Ubin Reviewed by Nusantara Cleaning on September 05, 2019 Rating: 5

9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga

September 04, 2019
Setiap orang menginginkan yang terbaik untuk huniannya, termasuk dalam segi kesehatan. Memiliki rumah sehat tentunya nggak hanya bisa menjauhkanmu dari berbagai penyakit tapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi para penghuninya.

Tapi, bagaimana caranya kamu bisa menjadikan hunianmu masuk kategori rumah sehat? Simak berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkan rumah sehat bagi keluargamu berikut!


1. Jauhi Penggunaan Material yang Mengandung Zat Kimia Berbahaya untuk Rumah Sehat

Penggunaan material yang nggak bijaksana bisa menjauhkan hunianmu dari kategori rumah sehat. Hal ini dikarenakan beberapa material bisa saja mengandung bahan kimia yang berbahaya.

Contoh bahan bangunan yang berbahaya adalah penggunaan asbes sebagai atap ataupun plafon. Semua bahan bangunan yang menggunakan material PVC juga bisa menghasilkan gas yang bisa memicu berbagai penyakit, termasuk kanker. Beberapa cat sintetik dan thinner juga berbahaya untuk kesehatan rumah. Jadi, selalu pastikan kamu sudah mengenal dengan baik bahan bangunan yang akan kamu pakai sebelum menggunakannya pada rumah sehat milikmu.

9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga
heldasite.com

2. Rumah Sehat Membutuhkan Perhatian dalam Hal Pencahayaan

Pencahayaan pada hunian sangatlah penting karena hal ini bisa mempengaruhi aktivitas yang juga akan berdampak pada kesehatanmu. Pencahayaan alami bisa mengurangi kelembaban berlebihan dan membunuh bakteri. Beraktivitas seperti bekerja dan membaca dengan cahaya yang kurang juga akan berdampak pada kesehatan matamu. Pilih jenis lampu yang baik agar matamu tetap sehat.

9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga
aboutisa.com
Kamar tidur yang terpapar terlalu banyak cahaya ketika tidur juga nggak baik untuk kesehatanmu karena akan mengganggu istirahat. Aturlah pencahayaan alami secukupnya sesuai dengan kebutuhan ruang. Sediakan juga pencahayaan buatan yang memadai seperti lampu meja untuk mendukung ketika pencahayaan alami tidak mendukung saat hari mendung atau malam hari.


3. Sediakan Sirkulasi Udara dan Ventilasi Terbaik untuk Rumah Sehat

Ketika kamu bernafas, tidak hanya oksigen saja yang kamu hirup, tetapi berbagai partikel dan juga zat yang mungkin mengkontaminasi udara. Inilah alasan mengapa jika rumahmu tidak memiliki sistem pengudaraan yang baik, rumahmu belum bisa dikatakan rumah sehat.

Rancanglah rumahmu dengan jumlah bukaan dan ventilasi yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan juga ventilasi di rumah sehat bersifat cross ventilation, sehingga udara di dalam ruangan bisa beregenerasi dengan udara yang ada di luar. Hunian yang termasuk rumah sehat boleh memiliki AC, tapi sirkulasi udara alami adalah yang terbaik. Untuk menghindari sinar matahari masuk secara langsung, kamu bisa memakai tirai atau gorden.


9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga

Berikan perhatian lebih untuk ruang-ruang pada rumah sehat yang rentan terjadi polusi udara, seperti dapur, kamar mandi, atau toilet. Di rumah sehat, ruangan-ruangan ini memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga udara yang kotor bisa segera terganti dengan udara yang bersih.

4. Jangan Berikan Ruang untuk Hama Hidup

Rumah sehat juga harus terbebas dari hama. Ketika hama seperti jamur ataupun serangga menyerang, tentu kamu bisa menggunakan pestisida untuk mengusirnya. Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Apalagi penggunaan pestisida bisa saja menyisakan bahan kimia beracun pada rumahmu.

Untuk itu, jangan berikan ruang bagi para hama ini untuk hidup di rumah sehatmu. Jika kamu harus menggunakan material kayu, pastikan kayu tersebut bebas rayap dan juga sudah kamu berikan anti-rayap sehingga kayu ini nggak menarik perhatian para serangga, khususnya rayap. Bersihkan sofa di rumah secara berkala.


Selalu jaga kelembaban udara dan pencahayaan dengan membuka jendela atau bukaan lainnya agar jamur atau tanaman gulma lainnya tidak mengisi celah-celah tak terduga di dalam rumah.

5. Gunakan Material yang Mudah Dibersihkan dan Tidak Berdebu

Kebersihan adalah faktor terpenting untuk memastikan bahwa rumahmu masih masuk dalam kategori rumah sehat. Namun, nggak semua bagian dari rumahmu gampang dibersihkan. Misalnya, untuk dinding gunakanlah cat dinding spotless yang bisa dilap dengan mudah jika terdapat noda. Bersihkan karpet yang kamu miliki secara berkala karena karpet mudah menyimpan debu dan kotoran. Material flooring yang bercelah seperti parket dan kayu juga memiliki potensi menyimpan kotoran yang sulit dibersihkan

6. Miliki Hewan Peliharaan, Namun Berikan Perawatan yang Baik

Apa hubungannya memiliki hewan peliharaan dengan menjadikan hunianmu menjadi rumah sehat? Faktanya, sebuah studi dari “Clinical and Experimental Pharmacology & Physiology” menyatakan bahwa memiliki hewan peliharaan bisa memberikan banyak manfaat kesehatan yang positif, termasuk memperbaiki mood dan juga tingkat emosi. Hal ini juga mengontrol tekanan darah dan juga mengurangi resiko penyakit kardiovaskular.

Namun, jika kamu nggak merawat hewan peliharaanmu hal ini justru akan menimbulkan masalah kesehatan pada hewan peliharaan dan juga pemiliknya. Selain merawatnya dengan baik, pastikan rumah sehatmu memiliki ruang atau area khusus untuk hewan peliharaan sehingga hewan peliharaanmu tidak sampai berkeliaran di area privat seperti kamar tidur.

7. Pengaturan Limbah pada Rumah Sehat 

Pengaturan sampah dan limbah rumah tangga lainnya yang tak baik dan benar bisa menjadi sumber berbagai bakteri serta permasalahan kesehatan lainnya. Jadi, pastikan rumah sehatmu memiliki pengolahan sampah dan limbah yang baik

Gunakanlah septic tank yang sesuai standar dan sesuai dengan kebutuhan sehingga nggak mencemari tanah dan air yang terkandung di dalamnya. Pastikan juga kamu memiliki pemisahan terhadap sampah-sampah organik dan anorganik yang dihasilkan rumah sehatmu. Tempat sampah ini juga harus selalu tertutup dan di kosongkan secara berkala.

8. Sistem Air Besih untuk Rumah Sehat

Kebanyakan air ledeng sudah mengandung krolin. Jangan khawatir terlebih dahulu karena klorin sebenarnya baik untuk membunuh jamur dan parasit lainnya. Hanya, penggunaan yang berlebih bisa mengakibatkan hal yang tidak baik bahkan mengundang berkembangnya sel kanker. Untuk mewujudkan rumah sehat, pastikan setiap saluran air bersih di rumahmu sudah dilengkapi dengan sistem penyaringan yang baik. 

Untuk saluran air bersih yang digunakan untuk dikonsumsi, tambahkan penyaring air dengan karbon aktif untuk membunuh semua zat-zat yang bersifat racun. Sistem penyaringan air yang baik ini akan membantu hunianmu selangkah lebih dekat menuju rumah sehat. 

9. Tambahkan Taman di Rumah Sehat

Maksimalkan rumah sehat milikmu dan hadirkanlah tanaman secukupnya pada hunian. Kehadiran taman pada rumah sehat membantu mengontrol sirkulasi udara, temperatur, hingga kelembaban udara. Tidak hanya secara fisik, taman juga bisa memberikan efek relaksasi dan penghilang stress yang baik untuk kesehatan mental dan psikologis. Nggak heran, menghadirkan taman rumah jadi hal yang harus kamu pertimbangkan.

Jika kamu memiliki ruang terbatas, hadirkan taman gantung atau taman vertikal sebagai alternatif pada rumah sehat. Jika kedua hal itu tidak memungkinkan, usahakan menambahkan sedikit elemen vegetasi pada ruang yang ada di dalam rumah sehat milikmu.


Bahkan, beberapa vegetasi bisa kamu pilih khusus untuk membantu menjadikan rumah sehatmu jadi lebih sehat. Seperti memanfaatkan lavender untuk mengusir nyamuk, atau menggunakan sansevieria yang bisa menyerap radiasi dari perangkat elektronik. Tanaman bambu juga terkenal bisa menyerap karbon dioksida 4x lebih banyak dari tanaman pada umumnya, sehingga bisa membantu membuat udara di sekitar rumah sehat jadi lebih segar dan tentunya sehat.

Setelah mengetahui ciri-ciri rumah sehat, jangan lagi ragu untuk merombak rumahmu sekarang menjadi lebih sehat! Apalagi, rumah sehat merupakan salah satu faktor penting bagi keluarga bahagia. Kalau kamu suka dengan artikel ini, jangan lupa share dengan teman-temanmu ya!

9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga 9 Cara Jadikan Hunianmu sebagai Rumah Sehat untuk Keluarga Reviewed by Nusantara Cleaning on September 04, 2019 Rating: 5
Powered by Blogger.